(ORGANIC LIGHT EMITTING DIODE) OLED TV
Teknologi OLED sudah dikembangkan oleh
Samsung dan LG pada produk TV OLED, OLED adalah
Organic Light-Emitting Diode (OLED) atau diode cahaya organik adalah sebuah semikonduktor sebagai pemancar cahaya yang terbuat dari lapisan organik. OLED digunakan dalam teknologi elektroluminensi, seperti pada aplikasi tampilan layar atau sensor. Teknologi ini terkenal fleksibel dengan ketipisannya yang mencapai kurang dari 1 mm. Teknologi OLED akan semakin dikembangkan dimasa yang akan datang khusus untuk aplikasi layar dan ketipisan layar.
Organic Light-Emitting Diode (OLED) atau diode cahaya organik adalah sebuah semikonduktor sebagai pemancar cahaya yang terbuat dari lapisan organik. OLED digunakan dalam teknologi elektroluminensi, seperti pada aplikasi tampilan layar atau sensor. Teknologi ini terkenal fleksibel dengan ketipisannya yang mencapai kurang dari 1 mm. Teknologi OLED akan semakin dikembangkan dimasa yang akan datang khusus untuk aplikasi layar dan ketipisan layar.
PEMBAHASAN TENTANG OLED TV
OLED adalah komponen yang terdiri dari film tipis yang berasal
dari molekul organic yang menciptakan cahaya berkat adanya rangkaian listrik. OLED
dapat memberikan cahaya yang lebih terang dan jelas ketika disematkan pada
perangkat elektronk dan menggunakan daya lebih sedikit dibanding teknologi LED
(light-emitting diodes) konvensional atau LCD (liquid crystal
displays) yang digunakan saat ini.
Berikut ini akan diuraikan apa saja
komponen pada OLED dan bagaimana cahaya OLED dihasilkan.
Komponen OLED
Seperti halnya teknologi LED,
OLED merupakan semikonduktor padat dengan ketebalan hanya 100 sampai 500
nanometer atau sekitar 200 kali lebih tipis dari rambut manusia. OLED
dapat memiliki dua atau tiga lapisan bahan organic, dimana pada desain yang
terahir atau lapisan ketiga berfungsi membantu transportasi
elektron dari katoda ke lapisan yang memancarkan .
Selanjutnya, kita aka lebih focus
pada desain lapis kedua saja.
Pada desainnya sebuah OLED terdiri
dari beberapa bagian yaitu:
a. Substrat. Ini merupakan medium sejenis kaca
plastik atau foil. Tujuan sebtrate untuk mendukung cara kerja OLED.
b. Anoda. Medium ini bersifat transparan dimana anoda befungsi
untuk memindahkan elektron (membuat ‘lubang’ elektron) ketika arus mengalir
melalui perangkat.
c. Organik layer. Lapisan ini terbuat dari molekul
organi atau polimer.
d. Conducting Layer. Lapisan ini terbuat dari
molekul past oranik yang meinaan ‘lubang’ dari anoda. Salah satu
polimer yang digunakan dalam lapisan ini adalah polianilin.
e. Emissive Layer. Lapisan ini terbuat dari molekul
plastic organik (yang berbeda dari conducting layer) yang memindahkan elektron
dari katoda. Ini merupakan tempat dimana cahaya dibuat. Salah satu polimer yang
digunakan dalam lapisan ini adalah polyfluorene.
f. Katoda. Medium ini bias berbentuk transparan
atau tidak tergantung pada jenis OLEDnya. Katoda akan menyuntikan
elektron ketika arus mengalir melalui perangkat.
Bagaimana
cahaya OLED Dihasilkan.
OLED Memencarka cahaya dalam cara yang mirip dengan LED,
melelui proses yang disebut ‘electrophosphorescence’.
Prosesnya adalah sebagai berikut:
Sumber daya atau batrai dari
perangkat yang berisi OLED menghasilkan tegangan buat OLED.
Kemudian arus listrikmengalir dari
katoda ke anoda melalui lapisan organic (arus listrik adalah aliran elektron).
Disini katodamembuat elektron berpindah Ke ‘emissive layer’ dari molekul
organik.
Sedangkan anoda memindahkan elektron
dari ‘conductive layer’ dari molekul organik. Ini sama dengan membuat
lubang elektron pada ‘conductive layer’.
Batas antara ‘emissive layer’,
membuat elektron menemukan lubang elektron tersebut. Jadi, ketike elektron
menemukan sebuah lubang elektron, elektron mengisi lubang tersebut. Ketika ini
terjadi, elektron memberikan energy dalam bentuk foton cahaya.
Akibat serangkaian kejadian
tadi, OLED dapat memancarkan cahaya. Sedangkan warna yang
dihasilkan akan bergantung pada jenis molekul organic pada ‘emissive
layer’ Digunakan beberapa jenis film organic pada OLED yang sama
untuk dapat membuat warna menjadi terlihat. Sedangkan intensitas atau
kecerahan cahaya bergantung pada jumplah arus listrik yang digunakan. Semakin
besar arusnya, semakin jelas warnanya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar